BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Hutan mangrove
merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat di perbaharui , hutan mangrove
menyimpan banyak sekali manfaat yang sangat menguntungkan bagi manusia , hutan
mangrove juga dapat di gunakan sebagai penahan abrasi dari air laut , namun
hutang mangrove ini merupakan ekosistem yang sangat mudah di rusak.
Hutan mangrove saat ini
sangat terancam keberadannya karena banyak kelalaian manusia yang merusak hutan-hutan
mangrove yang ada di pinggir pantai seperti halnya yang terjadi pada pantai
timur lampung.
Pantai timur lampung
terletak di daerah timur lampungyang mempunyai gars panjang pantai sepanjan 270
km ,daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir yang ada di indonesia yag
memilik banyak potensi-potensi yang belum di sadari .Di dekade 1970-an pantai
timur provinsi lampung ini di tutupi hutan bakau , pada dekade 1980-an , banyak
tambak udang mulai menjangkiti industri perikanan dunia dan khususnya indonesia
. Akibatnya banyak hutan - hutan bakau yang ada di pinggir pantai di tebangi .
Pada selang waktu yang
singkat pinggiran pantai serta pulau pulau kecil yang tak berpenghuni banyak di
ubah menjadi tambak udang dan hutan - hutan mangrove berkurang secara drastis .
Namun penghasilan dari tambak tambak udang tersebut tidak berlangsung lama di
karenakan hutan mangrove itu sendiri berkurang sedangkan udang udang di tambak
itu membutuhkan hutan mangrove itu sendiri karena makanan makanan udang banyak
di hasilkan dari hutan mangrove tersebut sehingga produksi udang udang yang
pada awalnya berlimpah kini menjadi sedikit , produksi udang udang yang tadinya
menjadi mata pencaharian utama para petambak kini tidak bisa di gunakan lagi
sebagai mata pencaharian utama para petambak .
Pada akhirnya banyak
tambak tambak yang di tinggalkan begitu saja oleh pemilik tambak tersebut dan
banyak pula para petambak yang terpaksa harus kembali beralih ke budidaya
perikanan non udang untuk mendapatkan uang kembali agar dapat melanjutkan
kehidupan seperti biasanya .
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari
tutorial kali ini adalah :
1. Memahami
prinsip dasar fisika , kimia , dan biologi di lingkungan .
2. Memahami
konsep keseimbangan alam
BAB II
PEMBAHASAN
1. Kondisi
fisika , kimia , dan biologi apa yang meyebabkan menurunnya produksi udang
udang setelah tambak telah beroperasi lebih dari 10 tahun ?
Jawaban :
Kondisi fisika yang menyebabkan penurunan produksi
udang udang para petambak udang balada tradisional di pantai timu lampung
adalah terjadinya abrasi pada pantai di karenakan tidak ada yang menahan
gelombang laut pada pinggiran pantai sehingga terjadinya longsor dan longsor tersebut menimpah tambak tambak udang
milik para petambak sehingga banyak menyebabkan udang udang mati dan produksi
udang udang tersebut menjadi menurun , dan bila hutan hutan mangrove tersebut
sangat sedikit tidak ada yang menahan gelombang gelombang besar yang mengarah
pada pinggiran pantai sehingga gelombang
besar itu dapat membuat kerusakan pada tambak tambak udang dan menyebabkan
udang udang yang ada pada tambak udang tersebut menjadi keluar sehingga hasil
panen yang akan di hasilkan menjadi
sangat sedikit dan kondisi fisika yang menyebabkan produksi kimia ini menjadi
berkurang adalah Suhu pada air media pemeliharaan udang umumnya sangat berperan
dalam keterkaitan dengan nafsu makan dan proses metabolisme udang. Apabila
suatu lokasi tambak udang yang mikroklimatnya berfluktuatif, secara tidak
langsung akan berpengaruh terhadap air media pemeliharaan. Sebagai contoh adalah
pada musim kemarau yang puncaknya mulai bulan Juli hingga September sering
terjadi adanya suhu udara dan air media pemeliharaan udang yang sangat rendah
(< 24° C). Rendahnya suhu tersebut akibat dari pengaruh angin selatan (musim
bediding), pada musim seperti ini biasanya suhu air berkisar antara 22 - 26° C.
Suhu < 26° C bagi udang windu akan sangat berpengaruh terhadap nafsu makan
(bisa berkurang 50 % dari kondisi normal). Sedangkan bagi jenis udang putih
pada umumnya, nafsu makan masih normal pada suhu air antara 24- 31°C (Howerton, 2001).
Sedangkan kondisi kimia yang meyebabkan penurunan
produksi udang setelah tambak berproduksi lebih dari 10 tahun adalah pada pohon
mangrove membantu dalamperputaran karbon , nitrogen dan sulfur , serta perairan
mangrove kaya akan nutrien organik dan nutrien anorganik yang dapat membatu pertumbuhan udang udang jadi jika
pohon pohon mangrove tersebut di tebangi dan hanya sedikit yang ada maka faktor
faktor di atas tidak akan bekerja secara maksimal sehingga pertumbuhan dan
kehidpan udang udang tersebut menjadi terganggu dan dapat menyebabkan gagal
panen pada tambak tambak udang tersebut
dan hasilnya produksi udang akan menurun , dan hal kimialainnya yang
menyebabkan produksi udang udang tersebut menurun adalah di akrenakan
pembuangan sampah secara sembarangan di laut dan pembuangan bahan bakar secara
sembarangan , embuangan bahan bahan tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada
ekosistem laut dan membuat udang udang pada tambak yang di miliki oleh para
petambak tersebut menjadi keracnan dan mati (Boyd, 2002).
Sedangkan kondisi
biologi yang mempengaruhi penurunan produksi udang adalah sedikitnya pohon
mangrove yang merupakan sumber makanan bagi biota biota di sekitarnya ,
mangrove juga berperan sebagai daerah asuhan , daerah mencari makan , amngrove
juga merupakan produsen primer dimana pada mangrove tersebut tersedia banyak
makanan bagi biota biota yang ada disekitarnya (Sumardi,
2007).
2.
Mengapa lahan
perkebunan dan pemukiman penduduk banyak yang tenggelam setelah hutan bakau di
buka menjadi pertambakan ?
Jawaban :
Karena salah satu dari fungsi
pohon mangrove adalah tubuhan yang dapat menahan abras dari air laut, ketika
pohon mangrove sudah berkurang keberadaannya maka tingkat abrasi tersebut akan
lebih tinggi dan kebanyakan daerah yang tidak memiliki pohon mangrove akak
terjadi abrasi dan sehingga permukaan air laut naik dan menenggekamkan
pemukiman warga warga di pinggir pantai tersebut dan fungsi lainnya pohon mangrove adalah penahan
gelombang laut yang besar , jika pohon pohon mangrove tidak ada maka tidak ada
lagi yang menahan gelombang besar sehingga gelombang besar itu dapat menenggelamkan pemukiman para
penduduk
3.
Adakah cara
efektif , mudah , murah , cepat untuk mengembalikan kondisi kesuburan tambah
seperti pada awalnya ?
Jawaban :
Cara yang paling efektif ,
mudauh , murah ,cepatuntuk mengembalikan kondisi keseburan tambak seperti
semula adalah dengan menanam tumbuhan pengganti mangrove yang bersifat
sementara untuk penahan ombak dan angit laut serta penggunaan pupuk TON (tambak
oraganik nusantara) pupuk ton mempunya kelebihan kelebihan seperti mengikat
logam logam berat yang berbahaya bagi udang ,membatu menguraikan senyawa kekal
kompleks berbahaya dan beracun dan juga dapat dengan penggunaan kincir air pada
tabak tambak udang tersebut
4.
Senyawa apa yang di
perlukan untuk pertumbuhan udang ? Jelaskan fungsi masing masing senyawa !
Jawaban :
Senyawa senayawa yang di
perlukan untuk pertumbuhan udang adalah salinitas dan DO(Disolvet Oxygen) ,
salinitas adalah jumlah total garam terlarut yang terukur dalam satuan PPT jika
terlalu tinggi salinitasnya akan menghabat pertumbuhan udang atau juga ikan ,
sedangkan DO atau yang biasa di sebut dengan disolvet oxygen besarnya DO yang
optimal untuk budidaya udang adala 4 sampai dengan 7,5 PPM karena nilai itu
sesuai dengan kebutuhan udang
5.
Udang merupakan
salah satu sumber senyawa apa ? Jelaskan mengenai molekul senyawa ini !
Jawaban :
Udang merupakan salah satu
sumber senyawa selenium dan seng yang merupakanantioksidan bagi tubuh manusia ,
senyawa senyawa ini berhasiat untuk memperlancar peredaran darah dan kesehatan
jantung
6. Senyawa
kimia apa yang terdapat dalam mangrove ? Gambarkan rumus dan struktur dari
senyawa tersebut ! Digunakan untuk apa senyawa tersebut ?
Beberapa senyawa metabolit baru-baru ini dengan
struktur kimia dan tergolong salah satu diversitas dari ‘kelas-kelas kimia’
telah dikarakterisasi dari tumbuhan mangrove dan tumbuhan asosiasinya.
Beberapa senyawa aktif yang ditemukan pada magrove
adalah sebagai berikut:
a. Karbohidrat
Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang)
atau sakarida (dari bahasa Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti
"gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah
di bumi.Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup,
terutama sebagai bahan bakar(misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati
pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa
pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).Pada proses fotosintesis, tetumbuhan
hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Secara biokimia, karbohidrat adalah
polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan
senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi
karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada
awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai
rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi
oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak
memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandungnitrogen, fosforus, atau
sulfur.

b.
Polifenol
Polifenol (polyphenol)
merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam tumbuhan dan bersifat
antioksidan kuat. Polifenol adalah kelompok antioksidan yang secara alami ada
di dalam sayuran (brokoli, kol, seledri), buah-buahan(apel, delima, melon,
ceri, pir, dan stroberi), kacang-kacangan (walnut, kedelai, kacang tanah),
minyak zaitun, dan minuman (seperti teh, kopi, cokelat dan anggur merah/red
wine). Polifenol umumnya banyak terkandung dalam kulit buah, sehingga ada
benarnya kalau kita dihimbau untuk mengkonsumsi apel dan bit beserta kulitnya.

c.
Feromon
|
Ada 2 faktor yang mempengaruhi pergantian kulit
yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya:
adanya stressor/tekanan lingkungan, nutrisi, photoperiodisme dan temperatur.
Sedangkan faktor internal terkait dengan produksi hormon ekdisteroid
dan Molt Inhibiting Hormon (MIH)/hormon penghambat pergantian kulit.
|
(Anonim
, 2014).
BAB III
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang bisa
kita ambil dari tutorial kali ini adalah
:
1.
Keberhasilan
produktifitas udang sangat bergantung kondisi kesehatan air dalam tambak.
2.
Kurangnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman mangrove di pesisir pantai .
3.
Perlu di adakannya
pendidikan bahkan undang-undang yang jelas demi menjaga kelestarian mangrove
dan kesejahtraan masyarakat
4.
Senyawa – senyawa
kimia yang berlebihan akan menurunkan hasil produktivitas
5.
Udang dapat
berhasiat bagi kesehatan tubuh karena mengandung selenium dan seng .
DAFTAR PUSTAKA
Boyd, C.E., Wood, C.W., Thunjai T. 2002. Aquaculture Pond Bottom Soil Quality
Management. Pond Dynamic/ Aquaculture Collaborative Research Support Programe.
Oregon State university. Oregon.
Howerton, R. 2001. Best
Management Practices for Hawaiian Aquaculture,
Centre for Tropical and Subtropical Aquaculture. Publication No. 148.
Georgia.
Sumardi. 2007. Panduan Praktikum Ekosistem dan Sumberdaya
Alam Pantai. Program Pascasarjana
Magister Manajemen Sumberdaya Pantai Universitas
Diponegoro. Semarang.
https://id.wikipedia.org/wiki/Mangrove di akses pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 15:58
BALADA
PETAMBAK UDANG TRADISIONAL DI PANTAI TIMUR LAMPUNG
(Laporan Tutorial Sains Dasar Kimia)
Oleh
Malik Abdul Aziz
1417051085
Tanggal Tutorial :10
Desember 2014
Tutor : Ferdinand
Haryanto S
![]() |
LABORATORUM KIMIA
JURUSAN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMAIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014








