Kamis, 12 Maret 2015

Balada Petambak Udang Tradisional di Pantai Timur Lampung

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat di perbaharui , hutan mangrove menyimpan banyak sekali manfaat yang sangat menguntungkan bagi manusia , hutan mangrove juga dapat di gunakan sebagai penahan abrasi dari air laut , namun hutang mangrove ini merupakan ekosistem yang sangat mudah di rusak.
Hutan mangrove saat ini sangat terancam keberadannya karena banyak kelalaian manusia yang merusak hutan-hutan mangrove yang ada di pinggir pantai seperti halnya yang terjadi pada pantai timur lampung.
Pantai timur lampung terletak di daerah timur lampungyang mempunyai gars panjang pantai sepanjan 270 km ,daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir yang ada di indonesia yag memilik banyak potensi-potensi yang belum di sadari .Di dekade 1970-an pantai timur provinsi lampung ini di tutupi hutan bakau , pada dekade 1980-an , banyak tambak udang mulai menjangkiti industri perikanan dunia dan khususnya indonesia . Akibatnya banyak hutan - hutan bakau yang ada di pinggir pantai di tebangi .
Pada selang waktu yang singkat pinggiran pantai serta pulau pulau kecil yang tak berpenghuni banyak di ubah menjadi tambak udang dan hutan - hutan mangrove berkurang secara drastis . Namun penghasilan dari tambak tambak udang tersebut tidak berlangsung lama di karenakan hutan mangrove itu sendiri berkurang sedangkan udang udang di tambak itu membutuhkan hutan mangrove itu sendiri karena makanan makanan udang banyak di hasilkan dari hutan mangrove tersebut sehingga produksi udang udang yang pada awalnya berlimpah kini menjadi sedikit , produksi udang udang yang tadinya menjadi mata pencaharian utama para petambak kini tidak bisa di gunakan lagi sebagai mata pencaharian utama para petambak .
Pada akhirnya banyak tambak tambak yang di tinggalkan begitu saja oleh pemilik tambak tersebut dan banyak pula para petambak yang terpaksa harus kembali beralih ke budidaya perikanan non udang untuk mendapatkan uang kembali agar dapat melanjutkan kehidupan seperti biasanya .

1.2    Tujuan

Adapun tujuan dari tutorial kali ini adalah :
1.      Memahami prinsip dasar fisika , kimia , dan biologi di lingkungan .
2.      Memahami konsep keseimbangan alam


























BAB II
PEMBAHASAN

1.      Kondisi fisika , kimia , dan biologi apa yang meyebabkan menurunnya produksi udang udang setelah tambak telah beroperasi lebih dari 10 tahun ?
Jawaban :
Kondisi fisika yang menyebabkan penurunan produksi udang udang para petambak udang balada tradisional di pantai timu lampung adalah terjadinya abrasi pada pantai di karenakan tidak ada yang menahan gelombang laut pada pinggiran pantai sehingga terjadinya longsor dan  longsor tersebut menimpah tambak tambak udang milik para petambak sehingga banyak menyebabkan udang udang mati dan produksi udang udang tersebut menjadi menurun , dan bila hutan hutan mangrove tersebut sangat sedikit tidak ada yang menahan gelombang gelombang besar yang mengarah pada pinggiran pantai sehingga  gelombang besar itu dapat membuat kerusakan pada tambak tambak udang dan menyebabkan udang udang yang ada pada tambak udang tersebut menjadi keluar sehingga hasil panen yang  akan di hasilkan menjadi sangat sedikit dan kondisi fisika yang menyebabkan produksi kimia ini menjadi berkurang adalah Suhu pada air media pemeliharaan udang umumnya sangat berperan dalam keterkaitan dengan nafsu makan dan proses metabolisme udang. Apabila suatu lokasi tambak udang yang mikroklimatnya berfluktuatif, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap air media pemeliharaan. Sebagai contoh adalah pada musim kemarau yang puncaknya mulai bulan Juli hingga September sering terjadi adanya suhu udara dan air media pemeliharaan udang yang sangat rendah (< 24° C). Rendahnya suhu tersebut akibat dari pengaruh angin selatan (musim bediding), pada musim seperti ini biasanya suhu air berkisar antara 22 - 26° C. Suhu < 26° C bagi udang windu akan sangat berpengaruh terhadap nafsu makan (bisa berkurang 50 % dari kondisi normal). Sedangkan bagi jenis udang putih pada umumnya, nafsu makan masih normal pada suhu air antara 24- 31°C (Howerton, 2001).
Sedangkan kondisi kimia yang meyebabkan penurunan produksi udang setelah tambak berproduksi lebih dari 10 tahun adalah pada pohon mangrove membantu dalamperputaran karbon , nitrogen dan sulfur , serta perairan mangrove kaya akan nutrien organik dan nutrien anorganik yang dapat membatu pertumbuhan udang udang jadi jika pohon pohon mangrove tersebut di tebangi dan hanya sedikit yang ada maka faktor faktor di atas tidak akan bekerja secara maksimal sehingga pertumbuhan dan kehidpan udang udang tersebut menjadi terganggu dan dapat menyebabkan gagal panen pada tambak tambak udang tersebut  dan hasilnya produksi udang akan menurun , dan hal kimialainnya yang menyebabkan produksi udang udang tersebut menurun adalah di akrenakan pembuangan sampah secara sembarangan di laut dan pembuangan bahan bakar secara sembarangan , embuangan bahan bahan tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada ekosistem laut dan membuat udang udang pada tambak yang di miliki oleh para petambak tersebut menjadi keracnan dan mati  (Boyd, 2002).
Sedangkan kondisi biologi yang mempengaruhi penurunan produksi udang adalah sedikitnya pohon mangrove yang merupakan sumber makanan bagi biota biota di sekitarnya , mangrove juga berperan sebagai daerah asuhan , daerah mencari makan , amngrove juga merupakan produsen primer dimana pada mangrove tersebut tersedia banyak makanan bagi biota biota yang ada disekitarnya (Sumardi, 2007).
2.              Mengapa lahan perkebunan dan pemukiman penduduk banyak yang tenggelam setelah hutan bakau di buka menjadi pertambakan ?
Jawaban :
Karena salah satu dari fungsi pohon mangrove adalah tubuhan yang dapat menahan abras dari air laut, ketika pohon mangrove sudah berkurang keberadaannya maka tingkat abrasi tersebut akan lebih tinggi dan kebanyakan daerah yang tidak memiliki pohon mangrove akak terjadi abrasi dan sehingga permukaan air laut naik dan menenggekamkan pemukiman warga warga di pinggir pantai tersebut dan fungsi  lainnya pohon mangrove adalah penahan gelombang laut yang besar , jika pohon pohon mangrove tidak ada maka tidak ada lagi yang menahan gelombang besar sehingga gelombang  besar itu dapat menenggelamkan pemukiman para penduduk
3.              Adakah cara efektif , mudah , murah , cepat untuk mengembalikan kondisi kesuburan tambah seperti pada awalnya ?
Jawaban :
Cara yang paling efektif , mudauh , murah ,cepatuntuk mengembalikan kondisi keseburan tambak seperti semula adalah dengan menanam tumbuhan pengganti mangrove yang bersifat sementara untuk penahan ombak dan angit laut serta penggunaan pupuk TON (tambak oraganik nusantara) pupuk ton mempunya kelebihan kelebihan seperti mengikat logam logam berat yang berbahaya bagi udang ,membatu menguraikan senyawa kekal kompleks berbahaya dan beracun dan juga dapat dengan penggunaan kincir air pada tabak tambak udang tersebut
4.              Senyawa apa yang di perlukan untuk pertumbuhan udang ? Jelaskan fungsi masing masing senyawa !
Jawaban :
Senyawa senayawa yang di perlukan untuk pertumbuhan udang adalah salinitas dan DO(Disolvet Oxygen) , salinitas adalah jumlah total garam terlarut yang terukur dalam satuan PPT jika terlalu tinggi salinitasnya akan menghabat pertumbuhan udang atau juga ikan , sedangkan DO atau yang biasa di sebut dengan disolvet oxygen besarnya DO yang optimal untuk budidaya udang adala 4 sampai dengan 7,5 PPM karena nilai itu sesuai dengan kebutuhan udang
5.              Udang merupakan salah satu sumber senyawa apa ? Jelaskan mengenai molekul senyawa ini !
Jawaban :
Udang merupakan salah satu sumber senyawa selenium dan seng yang merupakanantioksidan bagi tubuh manusia , senyawa senyawa ini berhasiat untuk memperlancar peredaran darah dan kesehatan jantung
6.      Senyawa kimia apa yang terdapat dalam mangrove ? Gambarkan rumus dan struktur dari senyawa tersebut ! Digunakan untuk apa senyawa tersebut ?
Beberapa senyawa metabolit baru-baru ini dengan struktur kimia dan tergolong salah satu diversitas dari ‘kelas-kelas kimia’ telah dikarakterisasi dari tumbuhan mangrove dan tumbuhan asosiasinya.
Beberapa senyawa aktif yang ditemukan pada magrove adalah sebagai berikut:


a.       Karbohidrat
Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi.Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar(misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandungnitrogen, fosforus, atau sulfur.
Description: D:\LAPORAN SAINS DASAR\SUKROSA 70'.GIF

b.      Polifenol
Polifenol (polyphenol) merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam tumbuhan dan bersifat antioksidan kuat. Polifenol adalah kelompok antioksidan yang secara alami ada di dalam sayuran (brokoli, kol, seledri), buah-buahan(apel, delima, melon, ceri, pir, dan stroberi), kacang-kacangan (walnut, kedelai, kacang tanah), minyak zaitun, dan minuman (seperti teh, kopi, cokelat dan anggur merah/red wine). Polifenol umumnya banyak terkandung dalam kulit buah, sehingga ada benarnya kalau kita dihimbau untuk mengkonsumsi apel dan bit beserta kulitnya.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4eDqPVECH7WogP7ATD3qd2T4yZFxwI2OUpA2putnMDKLs_6ZAWpEhFvCnkfDsE0V11az6kT6DI11ijopcIHGzW8UxBTyAW4EjFbuuy8-TM_0qLwWC3wbZRatQIAZ9zUQukIH8ag7l0Lg/s1600/struktur+phenol+dan+polifenol.jpg

c.       Feromon

Ada 2 faktor yang mempengaruhi pergantian kulit yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya: adanya stressor/tekanan lingkungan, nutrisi, photoperiodisme dan temperatur. Sedangkan faktor internal terkait dengan produksi hormon ekdisteroid dan Molt Inhibiting Hormon (MIH)/hormon penghambat pergantian kulit.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5SY7drQB3w5DP1oSv5csk9lnwiurw7nNVEwTa5cW_ypbgDoSvJmAZsj0TVE-dMJ3a3ZwaMCoqjr3mkR5BLv4NOjZ_zfnw_DNG2Du5nJ2ThXD3ALKtfMqaZyYkWxl1iwtmtfEGrHfR0IU/s1600/4+metil+3+heksanol.gif
(Anonim , 2014).





BAB III
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang bisa kita ambil dari tutorial  kali ini adalah :
1.              Keberhasilan produktifitas udang sangat bergantung kondisi kesehatan air dalam tambak.
2.              Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman mangrove di pesisir pantai .
3.              Perlu di adakannya pendidikan bahkan undang-undang yang jelas demi menjaga kelestarian mangrove dan kesejahtraan masyarakat
4.              Senyawa – senyawa kimia yang berlebihan akan menurunkan hasil produktivitas
5.              Udang dapat berhasiat bagi kesehatan tubuh karena mengandung selenium dan seng .













DAFTAR PUSTAKA


Boyd, C.E., Wood, C.W., Thunjai T. 2002. Aquaculture Pond Bottom Soil Quality Management. Pond Dynamic/ Aquaculture Collaborative Research Support Programe. Oregon  State university. Oregon.
Howerton, R. 2001. Best Management Practices for Hawaiian Aquaculture, Centre for Tropical and Subtropical Aquaculture. Publication No. 148. Georgia.
Sumardi. 2007. Panduan Praktikum Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pantai.  Program Pascasarjana Magister Manajemen Sumberdaya Pantai Universitas Diponegoro. Semarang.
https://id.wikipedia.org/wiki/Mangrove di akses pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 15:58









BALADA PETAMBAK UDANG TRADISIONAL DI PANTAI TIMUR LAMPUNG
                                       (Laporan Tutorial Sains Dasar Kimia)

Oleh
Malik Abdul Aziz
1417051085
Tanggal Tutorial :10 Desember 2014
Tutor : Ferdinand Haryanto S


 
 





LABORATORUM KIMIA
JURUSAN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMAIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014

0 komentar:

Posting Komentar